Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran LinkedIn sebagai alat talent sourcing strategis dalam meningkatkan akurasi penempatan karyawan baru. Masalah penelitian difokuskan pada urgensi organisasi dalam mengoptimalkan alat digital untuk menjamin kualitas input sumber daya manusia, mengingat tingginya biaya yang ditimbulkan oleh ketidakakuratan penempatan. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori Signaling Theory, di mana profil digital berfungsi sebagai sinyal kredibel yang digunakan perekrut. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari 100 praktisi Human Resource yang aktif menggunakan LinkedIn dan dianalisis secara kuantitatif dengan Regresi Linier Sederhana. Hasil menunjukkan bahwa fitur-fitur proaktif seperti Advanced Search Filters dan InMail adalah alat yang paling dominan digunakan. Analisis kausal menyimpulkan bahwa peran talent sourcing strategis melalui LinkedIn berpengaruh positif dan signifikan terhadap akurasi penempatan. Kontribusi ini sangat substansial, dengan Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,47. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan LinkedIn secara strategis bertindak sebagai basis data intelijen bakat yang krusial, secara efektif mengurangi mismatch dan menjamin keselarasan antara kompetensi kandidat dan kebutuhan organisasi.
Copyrights © 2026