Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance (WLB) terhadap Produktivitas Karyawan Generasi Z di Kota Bandung. Masalah difokuskan pada apakah keseimbangan antara kehidupan kerja dan personal dapat bertindak sebagai pendorong kinerja yang signifikan bagi angkatan kerja muda ini. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Social Exchange Theory yang mendukung adanya hubungan timbal balik antara dukungan organisasi dan output karyawan. Data-data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada 100 responden Gen Z di sektor industri kreatif Kota Bandung dan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil menunjukkan bahwa tingkat WLB karyawan Gen Z cenderung berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang sejalan dengan tingkat produktivitas mereka yang juga tinggi. Kajian ini menyimpulkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Karyawan Gen Z. Koefisien Determinasi (R2) menunjukkan bahwa WLB mampu menjelaskan 62,3% variasi produktivitas. Temuan ini menegaskan WLB sebagai variabel krusial dan investasi langsung dalam peningkatan kinerja, bukan hanya sebagai faktor kesejahteraan semata.
Copyrights © 2026