Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan inovasi dalam layanan kesehatan melalui aplikasi telemedicine seperti Halodoc. Meskipun mahasiswa merupakan generasi digital native, penerimaan mereka terhadap aplikasi kesehatan digital masih menunjukkan variasi yang perlu diteliti. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung terhadap aplikasi Halodoc menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model dengan fokus pada dimensi Perceived Usefulnessdan Perceived Ease of Use. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling melibatkan dua belas mahasiswa yang telah menggunakan aplikasi Halodoc minimal satu kali. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap aplikasi Halodoc pada kedua dimensi TAM. Dari aspek kemudahan penggunaan, aplikasi dinilai mudah dioperasikan dengan proses sederhana meskipun terdapat kurva pembelajaran bagi pengguna baru karena banyaknya fitur. Dari aspek kemanfaatan, mahasiswa merasakan manfaat signifikan berupa efektivitas dalam mengatasi keluhan kesehatan, kemudahan akses tanpa antre dengan layanan 24 jam, efisiensi waktu dan biaya, serta kenyamanan berkonsultasi dengan privasi terjaga. Faktor yang mempengaruhi penerimaan meliputi tingkat literasi digital, kualitas responsivitas dokter, kemudahan navigasi aplikasi, dan kebutuhan privasi pengguna. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa model TAM valid dalam menjelaskan penerimaan aplikasi kesehatan digital di kalangan mahasiswa, dimana kombinasi persepsi kemanfaatan tinggi dan kemudahan penggunaan yang memadai menghasilkan sikap positif terhadap adopsi teknologi kesehatan digital.
Copyrights © 2026