Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kepemimpinan adaptif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada era kerja fleksibel (hybrid working). Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data dihimpun melalui survei daring terhadap 85 responden karyawan yang menjalankan pola kerja hybrid di berbagai sektor industri. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kemampuan manajerial dalam menyesuaikan strategi, memberikan otonomi yang terukur, serta responsivitas terhadap kendala komunikasi digital terbukti menjadi faktor krusial yang menjaga stabilitas produktivitas. Nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa kepemimpinan adaptif memberikan kontribusi substansial dalam menjelaskan variasi kinerja karyawan di tengah dinamika kerja fleksibel. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi dalam model kerja modern sangat bergantung pada transformasi gaya kepemimpinan dari model tradisional ke model yang lebih adaptif dan empatik. Oleh karena itu, didapatkan implikasi praktis bagi manajemen adalah perlunya penguatan literasi digital dan kecerdasan emosional bagi para pemimpin tim guna mendukung keberlangsungan performa organisasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026