Perkembangan konseling Islami semakin relevan dalam menjawab tantangan kesehatan mental kontemporer. Artikel ini mengkaji tiga model utama, konseling Qur’ani, konseling Nabawi, dan pendekatan integratif sebagai kerangka holistik untuk mewujudkan ketenangan batin dan ketangguhan spiritual. Dengan metode kajian literatur kualitatif, penelitian ini mensintesis temuan dari karya ilmiah terbaru yang terbit pada periode 2020–2025. Model Qur’ani menekankan bimbingan melalui kisah para nabi dan ayat-ayat Al-Qur’an, yang memberi kejelasan emosional serta kenyamanan spiritual. Model Nabawi menitikberatkan pada mendengarkan secara empatik, nasihat yang lembut, serta keteladanan perilaku, sehingga membangun kepercayaan dan perubahan bertahap. Sementara itu, model integratif menggabungkan teknik psikologis modern seperti restrukturisasi kognitif dengan praktik spiritual seperti zikir dan doa, sehingga klien mampu mengelola stres sekaligus memperkuat identitas religius. Analisis menunjukkan bahwa ketiga model tersebut berkontribusi pada kesejahteraan holistik dengan mengintegrasikan dimensi psikologis, pedagogis, dan spiritual. Namun, masih terdapat celah riset berupa kurangnya uji empiris, perbandingan efektivitas, serta penerapan praktis di lembaga pendidikan dan komunitas. Artikel ini menegaskan bahwa konseling Islami tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga menawarkan strategi praktis dalam pembinaan kesehatan mental masyarakat modern. Integrasi nilai keagamaan dengan teknik psikologis menjadi jalan berkelanjutan menuju ketenangan batin dan ketangguhan diri.
Copyrights © 2025