Industri konstruksi merupakan sektor padat karya dengan potensi paparan debu tinggi yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pernapasan pada pekerja. Data pengukuran lingkungan kerja di PT Wijaya Karya Beton Tbk Pasuruan menunjukkan adanya variasi konsentrasi debu total (Total Suspended Particulate/TSP) pada beberapa jalur produksi, dengan nilai tertinggi mencapai 1 mg/m³ di ruang produksi. Kondisi ini berpotensi melampaui nilai referensi risiko kesehatan dan memerlukan kajian kuantitatif untuk mengetahui tingkat risikonya. Penelitian ini bertujuan menilai risiko paparan TSP terhadap pekerja produksi menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan menggunakan data sekunder hasil pengukuran konsentrasi TSP pada beberapa area kerja, yang selanjutnya dihitung nilai Intake dan Risk Quotient (RQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Ruang Produksi Jalur 4 dengan konsentrasi TSP 1 mg/m³, nilai intake sebesar 0,0826 mg/kg/hari dengan RQ 4,13 (>1), menandakan potensi gangguan kesehatan. Sedangkan, pada area Wire Cagging Jalur 1-2 dan Jalur 6 dengan konsentrasi TSP 0,02 mg/m³, nilai RQ 0,08 (<1), masih dalam kategori aman. Upaya pengendalian risiko meliputi penerapan ventilasi mekanis sesuai SNI 03-6572-2001 pada area tertutup, housekeeping, pemantauan berkala, dan penggunaan alat pelindung diri.
Copyrights © 2026