Kajian ini membahas skrining gen HLA-B*13:01 sebagai pendekatan baru untuk mengurangi reaksi obat yang merugikan akibat penggunaan dapson pada penderita kusta di Papua. Penyakit kusta, yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Dapson, yang merupakan bagian dari terapi multidrug (MDT), sering kali menyebabkan Dapsone Hypersensitivity Syndrome (DHS) pada individu dengan alel HLA-B*13:01. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode narrative review pada lima literatur di Google Scholar. Penulis membandingkan lima kajian literatur yang berhubungan dengan strategi pencarian PICO dengan kata kunci pencarian “Papuan leprosy AND HLA-B*13:01 AND dapsone hypersensitivity AND Adverse Drug reaction reduce”, diperoleh 10 artikel teratas, kemudian disortir dan dikeluarkan untuk yang ras Malaysia, Thailand dan yang tidak terkait dengan ras Papua, tersisa 5 artikel untuk dilakukan narrative review. Data yang didapatkan dianalisis melalui kajian ringkasan abstrak, hasil penelitian dan metode yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa skrining genetik dapat mengidentifikasi pasien berisiko tinggi terhadap DHS, dengan rasio odds 233,64 pada populasi Papua. Dengan menggunakan pendekatan aksiologi dan ontologi, penelitian ini menyoroti pentingnya nilai etis dalam penerapan farmakogenomik untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi efek samping. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman tentang gen HLA-B*13:01 dapat membantu dalam pengembangan strategi pengobatan yang lebih aman dan efektif bagi pasien kusta di Papua.
Copyrights © 2025