cover
Contact Name
Rizki Rahmadi Pratama
Contact Email
rizkirahmadi009@gmail.com
Phone
+6282159199721
Journal Mail Official
rizkirahmadi009@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No.2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan
ISSN : -     EISSN : 3063136X     DOI : 10.31602
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan adalah media yang menyebarluaskan, mengembangkan dan menfasilitasi hasil penelitian mengenai Ilmu Farmasi, menjadi wadah bagi para dosen, guru, peneliti, mahasiswa dan para praktisi dalam bidang Ilmu Farmasi dari seluruh Indonesia, dalam melakukan pertukaran informasi tentang hasil-hasil penelitian terbaru yang telah dilakukan. Diterbitkan dibawah pengawasan UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal UNISKA. e-ISSN : 3063-136X dengan Frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 25 Documents
NANOFORMULASI DALAM KIMIA MEDISINAL : MENINGKATKAN EFEKTIVITAS OBAT Saeful Amin; Rafli Ibra Muzaki
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.18810

Abstract

Nanoformulasi telah muncul sebagai solusi inovatif dalam kimia medisinal untuk meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, dan efektivitas terapeutik senyawa aktif. Dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi pendekatan pembuatan nanopartikel menggunakan metode top-down dan bottom-up dengan fokus pada tantangan yang berhubungan dengan kelarutan dan penyerapan senyawa. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopartikel dengan ukuran optimal berkisar antara 50 hingga 200 nm memiliki stabilitas yang baik, yang dikonfirmasi melalui analisis Dynamic Light Scattering (DLS) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Studi sitotoksisitas yang dilakukan pada sel HeLa menunjukkan bahwa nanopartikel secara signifikan mengurangi viabilitas sel kanker dibandingkan dengan senyawa aktif yang diberikan dalam bentuk larutan biasa. Pengukuran nilai IC50 yang diperoleh mencerminkan peningkatan efektivitas nanopartikel dalam menargetkan sel kanker, yang sejalan dengan penelitian sebelumnya mengenai pengiriman obat yang lebih terarah. Selain itu, uji in vivo menunjukkan peningkatan penargetan nanopartikel ke jaringan tumor, yang dapat meminimalkan efek samping pada jaringan sehat, mendukung observasi bahwa penggunaan nanopartikel dalam pengobatan onkologi menghasilkan hasil terapetik yang lebih baik. Salah satu keuntungan utama dari nanoformulasi adalah kemampuannya untuk meningkatkan kelarutan senyawa obat yang memiliki sifat hidrofobik, yang sering kali menjadi kendala utama dalam pengembangan obat. Nanopartikel tidak hanya meningkatkan bioavailabilitas senyawa, tetapi juga memperpanjang waktu paruh obat dalam sirkulasi sistemik, yang berkontribusi pada pengobatan yang lebih efisien. Penelitian ini menegaskan potensi besar nanoformulasi dalam meningkatkan efektivitas terapi kanker dan mendorong penelitian lebih lanjut untuk aplikasi di bidang onkologi dan pengobatan penyakit infeksi lainnya.
NARRATIVE REVIEW TANAMAN ENDEMIK DI INDONESIA SEBAGAI TERAPI ANTIMALARIA Alya Hanifa; Sefa Nur Khalifa; Sukito Yohaness Tjitradi; Normaidah Normaidah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 2 (2024): Volume 1 No 2
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i2.17343

Abstract

Artikel ini mengulas berbagai temuan penelitian mengenai tanaman yang secara tradisional banyak digunakan oleh penduduk di Indonesia untuk mencegah dan mengobati penyakit malaria. Penelitian ini merupakan narrative review dengan studi literatur artikel. Pencarian literatur dilakukan dari tahun 2013 hingga November tahun 2023 yang diperoleh dari PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci “tanaman” OR “plant” AND “Indonesia” AND “Antimalaria” dengan kriteria tahun publikasi antara 2013-2023 serta menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil pencarian didapatkan 24 tanaman endemik Indonesia yang dapat digunakan sebagai terapi antimalaria. Tanaman yang ditelaah berasal dari wilayah Jawa (41,67%), Kalimantan (12,5%), Sumatera (16,67%), Sulawesi (8,33%), Nusa Tenggara Timur (8,33%), Nusa Tenggara Barat (4,17%), Maluku (4,17%), serta Papua (4,17%). Inventarisasi tanaman antimalaria ini diharapkan memberikan tambahan pengetahuan tentang manajemen pencegahan dan pengendalian malaria terhadap ruang lingkup yang luas untuk penemuan antimalaria yang lebih efektif dan ampuh yang berasal dari tanaman.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA PADA TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa Linn) TERHADAP RESEPTOR ESTROGEN ALFA SECARA MOLECULAR DOCKING Muhammad Fauzi; Nova Nurlaila; Darmatasiah Darmatasiah; Farras Nur Fahira; Nisrina Faiha
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15393

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membahayakan. Selain itu, penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan sebanyak 9,6 juta kasus kematian telah terjadi pada tahun 2018. Salah satu jenis kanker yang banyak menyerang penduduk Indonesia yaitu kanker payudara. Pengobatan medis untuk kanker biasanya dilakukan melalui kemoterapi, Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam kemoterapi secara alami adalah Curcuma Longa Linn. atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kunyit.Senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit pada penelitian ini, uji dilakukan dengan perangkat lunak autodock 4.2. Sebagai data pembanding dipersiapkan data ligan yaitu remdesivir menggunakan struktur 3D dengan format sdf yang diunduh melalui https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Situs ini menyediakan database struktur senyawa untuk keperluan virtual screening. 5 senyawa tersebut ditunjukkan Hasil penelitian yang didapatkan pada senyawa kurkumin memiliki konstanta inhibisi 8.69 mM dan energi bebas -2.81 kcal/mol, senyawa atlanton memiliki konstanta inhibisi 11.40 uM dan energi bebas -6.74 kcal/mol, senyawa bisdemethoxycurcumin konstanta 1.92 mM dan energi bebas -3.70 kcal/mol. Beberapa senyawa kurkumin memiliki aktivitas dalam penghambatan antikanker payudara karena memiliki kemiripan asam amino dengan obat standar yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara yaitu kurkumin. Dari lima senyawa pada kunyit atlanton memiliki potensi lebih baik dalam penghambatan antikanker payudara dengan afinitas ikatan terbaik pada sisi aktif Main protease.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIDEPRESAN DARI FRAKSI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) MELALUI UJI OPEN FIELD TEST PADA TIKUS PUTIH JANTAN Novia Delita; Hadi Sunaryo; Alya Novianti
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.21144

Abstract

Biji buah pepaya (Carica papaya L.) adalah bagian dari buah pepaya yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, antrakuinon, dan antosianin. Dalam penelitian sebelumnya, diketahui bahwa ekstrak etanol dari biji pepaya memiliki aktivitas antidepresan, terlihat dari penurunan waktu immobility pada hewan uji. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian aktivitas dari fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air yang berasal dari ekstrak etanol 70% biji pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antidepresan dari ketiga fraksi tersebut pada tikus putih jantan dengan metode peningkatan jumlah line crossing. Hasil uji statistik ANOVA satu arah menunjukkan bahwa setelah 7 hari perlakuan diperoleh p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok perlakuan. Kesimpulan yang didapat  bahwa semua kelompok uji fraksi air, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat memiliki efek antidepresan karena berbeda bermakna dengan kontrol negatif (p<0,05). Fraksi air dosis 2299 mg/kgBB memberikan aktivitas antidepresan yang sebanding dengan fluoxetine sebagai kontrol positif.
KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI TERKAIT PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIOKSIDAN Yulia Yesti
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 1 (2025): Sinergi Ilmu Farmasi Modern dan Tradisi Islam untuk Kesehatan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i1.18199

Abstract

Artikel ini mengulas kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi terkait pemanfaatan bahan alam sebagai antioksidan. Dari perspektif ontologi, antioksidan alami dipahami sebagai senyawa intrinsik dalam tumbuhan yang memiliki kemampuan menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan oksidatif pada sel. Kajian epistemologi membahas metode perolehan pengetahuan melalui pendekatan empiris, teknik ekstraksi, dan pengujian aktivitas antioksidan seperti DPPH, FRAP, dan ABTS. Sementara itu, kajian aksiologi mengeksplorasi nilai-nilai penting dari pemanfaatan antioksidan alami, mencakup aspek kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Integrasi ketiga kajian ini memberikan pemahaman holistik yang mendorong pengembangan strategi efektif dan berkelanjutan dalam pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antioksidan, membuka peluang untuk penelitian lanjutan dan aplikasi praktis yang berpotensi meningkatkan kesehatan manusia sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
SCREENING OF COMPOUNDS ARTOCARPUS ALTILIS AS ANTICANCER COLORECTAL AGAINST EGFR RECEPTOR THROUGH MOLECULAR DOCKING Mochammad Erwinsyah Iham; Muhammad Fauzi; Juwita Ramadhani
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15454

Abstract

According to WHO, cancer is the uncontrolled growth and spread of cells, while according to the NCI (National Cancer Institute) it is a disease in which abnormal cells divide uncontrollably and can attack the surrounding tissue. Colorectal cancer is a malignant tumor that arises from the epithelial tissue of the colon or rectum. Colorectal cancer refers to malignant tumors found in the colon and rectum. The standard drug compound used is cetuxinab, a colorectal cancer therapy drug, a flavonoid derivative compound from the breadfruit plant as a test ligand. The receptors used for molecular docking analysis were obtained from the Protein Data Bank (PDB) at http://www.rcsb.org/pdb/. The receptor used to predict activity is the EGFR receptor GDP code 4I22. Breadfruit plants contain various secondary compounds, such as flavonoids, phenolics, saponins, tannins, polyphenols, hydrocyanic acid, acetylcholine, riboflavin. The compounds used are 20 flavonoid compounds contained in breadfruit plants, including Artocarpin, Lysopine, Quarcetin, Morusin, Isocylomulberrin, Cyloaltilisin, Artonin-E, Cyloaltilisin-7, Cylocommunol, Cyclomorusin, Cyclomulberrin, Cyloartobiloxanthone, Isoclyclomorusin, Lupeol acetate, Artonin f, Cycloartomunin, Artocarpesin, Artocommunol ca, Artonol d, Artocommunol cc. three compounds that show good affinity for the EGFR receptor.
STUDI MOLEKULER : KUNCI UNTUK OPTIMALISASI OBAT DALAM KIMIA MEDISINAL Saeful Amin; Tresna Ratna Wati Nur
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.18811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa baru sebagai inhibitor biologis dengan menggunakan pendekatan pemodelan molekuler dan simulasi dinamika. Senyawa A, B, dan C diuji melalui docking molekuler menggunakan AutoDock Vina dan analisis dinamika molekuler dilakukan dengan perangkat lunak GROMACS untuk menilai stabilitas kompleks senyawa-target. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa senyawa A memiliki energi ikatan yang lebih rendah (-10.5 kcal/mol) dan interaksi lebih stabil dibandingkan senyawa B (-8.2 kcal/mol) dan C (-7.5 kcal/mol). Simulasi dinamika selama 50 ns menunjukkan bahwa kompleks A-target memiliki fluktuasi RMSD yang stabil (< 2 Å) dan mempertahankan lebih dari 5 ikatan hidrogen yang signifikan. Uji in vitro pada sel HeLa Hela menunjukkan bahwa senyawa A memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih kuat dengan nilai IC50 sebesar 10 µM, sedangkan senyawa B dan C masing-masing memiliki IC50 sebesar 20 µM dan 30 µM. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi berbasis molekuler dalam pengembangan obat dan memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut terhadap mekanisme aksi serta potensi efek samping dari senyawa A.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP OBAT-OBAT ANTIPSIKOTIK DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Anwar Fuadi; Nhaya Riskita; Yuli Fitria Sari; Anna Khumaira Sari; Novia Sari Mulyani; Herningtyas Nautika Herningtyas Nautika Lingga
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 2 (2024): Volume 1 No 2
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i2.17431

Abstract

Obat antipsikotik merupakan golongan obat yang digunakan dalam terapi gangguan jiwa (psikosis), yang bercirikan ketidakmampuan dalam menilai sesuatu nyata atau tidak. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan perawat terhadap obat-obat antipsikotik di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimental, rancangan penelitian deksriptif. Sampel penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengetahuan yang diamati adalah tentang gambaran pengetahuan perawat terhadap obat-obat antipsikotik di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Kategori tingkat pengetahuan tentang antipsikotik dari 25 responden yang diteliti yaitu kategori baik sebanyak 16 orang (80%), cukup sebanyak 4 orang (16%), dan kurang sebanyak 1 orang (4%).
GREEN EXTRACTION PADA DAUN MURBEI DENGAN TWEEN 20, TWEEN 80, SPAN 20, DAN SPAN 80 SERTA PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN INHIBISI ENZIM TIROSINASE Hasniah Hasniah; Atikah Isma Rahmi; Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Muhammad Fauzi; Aris Fadillah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15395

Abstract

Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif yang meliputi golongan fenolik, flavonoid seperti rutin, kuersetin, asam galat dan asam klorogenik sebagai antioksidan yang dapat mengantisipasi oksidasi kulit oleh radiasi sinar UV dan sebagai penghambat tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Green Extraction pada daun murbei menggunakan alternatif pelarut pengganti pelarut organik dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) serta uji daya peredaman radikal bebas DPPH dan inhibisi enzim tirosinase. Alternatif pelarut pengganti pelarut organik yang digunakan memiliki kepolaran yang berbeda-beda yaitu tween 20, tween 80, span 20, dan span 80. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 rata-rata yang diperoleh dari daya peredaman radikal bebas DPPH ekstrak daun murbei menggunakan tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 beturut-turut adalah 9874, 12797, 23131, dan 41844 bpj. Sedangkan aktivitas inhibisi enzim tirosinase ekstrak daun murbei hasil ekstraksi menggunakan alternatif pelarut tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 dimana pada konsentrasi 45000 bpj masing-masing ekstrak memberikan % inhibisi sebesar 19,62, 17,26, 15,84, dan 14,18 %. Dengan demikian, dalam penlitian ini alternatif pelarut yang paling baik digunakan untuk penerapan green extraction pada daun murbei adalah tween 20.
EVALUASI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RUMAH SAKIT ISLAM ‘X’ KABUPATEN TEGAL Nur Uswatun Khasanah; Ikrima Khaerun Nisa; Tutik Wuryandari; Alodiah Nur Nafisah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.21711

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin dan/atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. kepatuhan minum obat adalah tingkat partisipasi individu dalam mengikuti instruksi yang berkaitan dengan resep dan larangan dengan tepat dan dilakukan dengan kesediaan pribadi. Kepatuhan menjalani program adalah tingkat partisipasi individu dalam mengikuti semua anjuran, perintah, dan larangan yang diberikan oleh petugas dalam upaya mempercepat proses kesembuhan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui menganalisa tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus tipe II di rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat rawat jalan di rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal. Data yang dikumpulkan merupakan hasil pengukuran kepatuhan dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 96 responden. Analisis data dilakukan secara Microsoft excel disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian diperoleh tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal adalah pada kategori tingkat kepatuhan rendah sebanyak 50 responden, kategori tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden, dan kategori tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 16 responden. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rumah sakit islam swasta “X” di Kabupaten Tegal mempunyai tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes kategori rendah yaitu sebanyak 50 responden

Page 1 of 3 | Total Record : 25