Pendekatan realisme sosial yang dikemukakan oleh Anthony Giddens menawarkan wawasan mendalam tentang dinamika hubungan antara agen (individu atau kelompok) dan struktur sosial dalam proses perubahan sosial. Berbeda dengan teori sosial yang menganggap struktur sosial sebagai entitas statis yang hanya memengaruhi agen, Giddens melalui teori strukturasi menekankan adanya interaksi dinamis di mana agen dan struktur saling membentuk dan membatasi. Dalam pandangannya, agen bukanlah entitas pasif yang tunduk pada aturan dan norma yang ada, melainkan memiliki kapasitas reflektif dan kemampuan untuk mengubah struktur melalui tindakan yang disengaja. Dualitasstruktur yang diusung Giddens menunjukkan bahwa struktur sosial terbentuk, terpelihara, dan diubah melalui praktik sosial yang berulang, menjadikan realitas sosial sebagai proses yang terus-menerus dikonstruksi oleh interaksi antara agen dan struktur.Pendekatan ini relevan dalam memahami kompleksitas perubahan sosial kontemporer, di mana fenomena seperti globalisasi, perubahan politik, dan pergeseran budaya membutuhkan analisis yang lebih fleksibel dan dinamis. Teori Giddens memungkinkan kita untuk melihat bagaimana agen di berbagai bidang—politik, ekonomi, atau budaya—menggunakan kapasitas mereka untuk beradaptasi, meresponsdan memengaruhi struktur-struktur yang ada, menciptakan dinamika perubahan yang terus berlangsung. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi kajian terhadap peran individu dan kelompok dalam membentuk kebijakan publik, mengarahkan tren sosial, dan mengelola konflik sosial. Dengan demikian, teori realisme sosial Giddens berperan penting dalam memahami perubahan sosial secara holistik, terutama dalam era modern yang ditandai oleh interkoneksi dan ketidakpastian yang tinggi.
Copyrights © 2025