Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan input bagi dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Penguasaan kompetensi lulusan SMK diharapkan dapat menjawab kebutuhan DUDI , salah satunya adalah kompetensi penguasaan Bahasa Inggris. Pengusaan kompetensi bahasa Inggris salah satunya ditandai dengan pemerolehan sertifikasi bahasa Inggris yang didapat melalui Test of English for International Communication (TOEIC). TOEIC tidak hanya ditujukan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris di dunia kerja, tetapi juga ditujukan untuk proses rekrutmen, promosi karier, dan juga seleksi untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa sebuah SMK di Jakarta mengalami kesulitan untuk melakukan TOEIC dikarenakan belum adanya fasilitas yang cukup memenuhi kebutuhan siswa, termasuk diantaranya adalah mereka masih awam dengan pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang menjadi salah satu pilihan dalam melakukan TOEIC. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di sebuah SMK di Jakarta Timur dengan melibatkan seratus tiga puluh sembilan siswa kelass XII berbagai jurusan. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi dan pendampingan TOEIC berbasis LMS. Sebuah angket didistribusikan kepada responden untuk mengetahui persepsi mereka terhadap kegiatan pendampingan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respon positif yang siswa berikan baik terkait dengan materi yang disampaikan, kesiapan mereka dalam mengikuti TOEIC, dan upaya pendampingan yang dilakukan. Lebih lanjut lagi, siswa berharap bahwa kegiatan pendampingan ini dapat dijadikan agenda rutin yang dilakukan.
Copyrights © 2025