Literasi telah ditetapkan sebagai keterampilan kunci dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, Indonesia masih menghadapi masalah minat baca yang rendah, berada di urutan kedua terendah di dunia berdasarkan data UNESCO. Hal ini diperkuat oleh survei Program For International Student Assessment yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-62 dari 70 negara. Khususnya di Purwakarta, Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) mengalami penurunan dari 68,70 pada tahun 2023 menjadi 60,21 persen pada tahun 2024. Permasalahan ini menunjukkan bahwa proses pendidikan belum optimal dalam mengembangkan potensi dan minat peserta didik terhadap ilmu pengetahuan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis siswa. Upaya yang dilakukan oleh tim pengabdi adalah melalui Program Pengabdian Pembinaan Literasi Anak (PELITA) di SDN 2 Nagrikaler. Program PELITA dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) atau Penelitian Tindakan Partisipatif, yang merupakan metode penelitian tindakan kolaboratif untuk menciptakan perubahan melalui keterlibatan aktif subjek peredaman (siswa).
Copyrights © 2025