Era digital telah membawa transformasi yang signifikan pada pola interaksi dan eksistensi peran keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perubahan hubungan antara orang tua dan anak serta strategi adaptasi keluarga dalam mempertahankan perannya di tengah perkembangan teknologi yang cukup pesat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran komunikasi dari tatap muka menjadi komunikasi yang termediasi teknologi, sehingga dapat menciptakan fenomena present but absent atau kerenggangan emosional meskipun secara fisik berada dalam satu ruangan yang sama. Namun, teknologi juga turut memberikan jembatan komunikasi baru melalui adanya grup percakapan digital dan edukasi parenting yang sudah tersebar secara luas. Analisis berdasarkan fungsi keluarga menunjukkan bahwa transformasi peran terjadi pada aspek afeksi, sosialisasi, hingga ekonomi yang kini lebih praktis dan setara. Strategi adaptasi seperti penguatan komunikasi (deep talk), penyediaan quality time tanpa gawai, serta pengawasan digital yang bijak menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan dan eksistensi keluarga di era digital.
Copyrights © 2026