Sektor pertanian Indonesia menghadapi krisis regenerasi, ditandai dominasi petani berusia di atas 45 tahun dan rendahnya keterlibatan pemuda di tengah bonus demografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi, lingkungan keluarga, dan pengalaman bertani terhadap minat kewirausahaan agribisnis pemuda di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional survey terhadap 400 pemuda usia 19–39 tahun yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasil menunjukkan bahwa motivasi, lingkungan keluarga, dan pengalaman bertani berpengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan terhadap minat kewirausahaan agribisnis, dengan kontribusi sebesar 52,7% (R²=0,527). Lingkungan keluarga merupakan faktor paling dominan, diikuti pengalaman bertani dan motivasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik melalui penguatan motivasi, optimalisasi peran keluarga, serta peningkatan pengalaman praktis untuk mendorong kewirausahaan agribisnis pemuda dan memperkuat ketahanan ekonomi wilayah.
Copyrights © 2026