Artikel ini mengkaji spiritualitas kerja dan prinsip keadilan sosial melalui kegiatan pendampingan teologis bagi pegawai Kristen Koperasi di Bandung sebagai bentuk integrasi iman dan praktik sosial-ekonomi. Permasalahan utama yang diangkat adalah adanya ketegangan antara tuntutan profesionalisme kerja modern dengan integritas iman Kristen yang sering mereduksi kerja hanya sebagai aktivitas ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kerangka teologis mengenai kerja sebagai panggilan ilahi (vocatio), menumbuhkan kesadaran etis tentang keadilan sosial dalam budaya kerja, serta mengembangkan model pendampingan teologis yang kontekstual dan aplikatif dalam lingkungan koperasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-partisipatoris melalui seminar interaktif dan diskusi reflektif yang memungkinkan dialog antara refleksi teologi biblika-Reformed dan pengalaman kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman kerja sebagai panggilan Allah mendorong transformasi sikap profesional menuju integritas, tanggung jawab sosial, dan solidaritas komunal. Koperasi dipahami bukan sekadar institusi ekonomi, tetapi ruang praksis iman yang mencerminkan nilai koinonia, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Pendampingan teologis terbukti membantu peserta mengintegrasikan spiritualitas kerja dengan praktik profesional secara inklusif, sehingga pekerjaan menjadi sarana menghadirkan shalom Allah dalam kehidupan ekonomi kerakyatan dan kesaksian iman di ruang publik.
Copyrights © 2026