PT BPP merupakan perusahaan kemasan fleksibel yang memproduksi berbagai varian label, termasuk Crystalin. Pada periode Juli 2024 sampai dengan Juni 2025, rata-rata reject label ini tercatat melebihi ambang batas 5%. Penelitian bertujuan meningkatkan kualitas label Crystalin dengan menganalisis data produksi dan reject menggunakan Statistical Process Control (SPC), Critical to Quality (CTQ), dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan label Crystalin 330 ml memiliki volume produksi terbesar sekaligus tingkat reject tertinggi dengan cacat dominan missprint, disusul kaburai dan garis. SPC digunakan untuk mengevaluasi kestabilan proses, CTQ menentukan prioritas penyebab, sedangkan FMEA mengidentifikasi mode kegagalan berdasarkan nilai RPN. Faktor penyebab utama reject missprint berasal dari manusia, metode, dan mesin. Rekomendasi perbaikan meliputi pelatihan operator tiap 3 bulan, SOP pengukuran viskositas tinta, kalibrasi register mesin dengan panduan visual, serta audit rutin parameter cetak untuk menjaga konsistensi
Copyrights © 2026