Tingginya prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mendominasi angka kunjungan di Puskesmas Tamansari memerlukan sistem pemantauan yang sistematis melalui surveilans epidemiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem surveilans ISPA berdasarkan atribut-atribut standarnya. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dihimpun melalui wawancara mendalam dan analisis data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa atribut kesederhanaan, akseptabilitas, ketepatan waktu, dan stabilitas sistem telah terimplementasi dengan baik melalui platform SKDR. Namun, sistem ini masih memiliki keterbatasan pada aspek sensitivitas dan nilai prediktif positif akibat ketiadaan rekam data individu (by name by address), yang juga berimplikasi pada rendahnya derajat keterwakilan data secara geografis. Secara umum, operasional surveilans telah berjalan konsisten namun belum optimal dalam menghasilkan informasi epidemiologis yang komprehensif. Sebagai implikasi, diperlukan penguatan integrasi data individual dan pemetaan wilayah guna mendukung pengambilan kebijakan serta intervensi kesehatan masyarakat yang lebih presisi dan tepat sasaran.
Copyrights © 2026