ABSTRAK Pengolahan limbah nasi menjadi pupuk organik cair (MOL) merupakan solusi efektif untuk mengurangi timbunan sampah organik dan emisi gas rumah kaca. MOL yang kaya akan mikroorganisme bermanfaat dapat memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian Selama ini, limbah nasi seringkali dianggap sebagai sampah yang tidak bernilai dan hanya dibuang begitu saja. Padahal, limbah nasi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya adalah pupuk organik cair (MOL). Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarkat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan (MOL). Metode kegiatan yaitu memberikan praktek langsung Bersama masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan limbah. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam membuat pupuk organik cair. Hasil menunjukkan penurunan dalam jumlah limbah makanan dan peningkatan produktivitas ternak. Selain itu, program ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Inovasi ini memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan setelah melakukan praktek mengalami peningkatan yaitu dengan 75% artinya kegiatan PkM dapat mempengaruhi kemampuan mitra atau sasaran. Kata Kunci: Limbah Nasi, Pupuk Organik Cair (MOL), Masyarakat. ABSTRACT Processing rice waste into liquid organic fertilizer (Local Microorganisms/MOL) is an effective solution for reducing organic waste accumulation and greenhouse gas emissions. MOL, which is rich in beneficial microorganisms, can improve soil quality and increase agricultural productivity. Historically, rice waste has often been regarded as worthless refuse and is simply discarded. In fact, rice waste holds great potential to be processed into valuable products, such as liquid organic fertilizer (MOL). This activity aims to empower the community by providing them with the knowledge and skills required for MOL production. The method employed involves direct practical training with the community. This initiative is expected to raise public awareness regarding the importance of organic waste management and waste utilization. Furthermore, it provides the community with new skills in producing liquid organic fertilizer. Results show a decrease in the amount of food waste and an increase in livestock productivity. Additionally, the program has heightened community awareness about sustainable waste management and opened new economic opportunities for farmers. This innovation provides a tangible contribution to achieving eco-friendly and sustainable agriculture. Based on the evaluation results, training participants showed a 75% improvement after the practical sessions, indicating that this Community Service (PkM) activity significantly enhances the capabilities of the partners or target groups. Keywords: Rice waste, Liquid Organic Fertilizer (MOL), Community.
Copyrights © 2026