Simpang bersinyal memiliki peran penting dalam mengatur arus lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi. Simpang Empat Sisingamangaraja–Pelangi–Turi di Kota Medan merupakan salah satu titik yang mengalami permasalahan kemacetan akibat peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi ini berdampak pada tingginya tundaan dan panjang antrean, sehingga menurunkan tingkat pelayanan simpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta melakukan simulasi perbaikan menggunakan perangkat lunak VISSIM. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan berupa volume lalu lintas, data geometrik jalan, dan hambatan samping. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan bahwa tundaan rata-rata simpang sebesar 118,70 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan F, yang mengindikasikan kondisi sangat buruk. Selanjutnya dilakukan simulasi perbaikan berupa penambahan rambu lalu lintas dan pengaturan pergerakan kendaraan pada pendekat tertentu. Hasil simulasi menunjukkan penurunan tundaan rata-rata menjadi 46,67 detik/kendaraan dan panjang antrean berkurang secara signifikan, dengan peningkatan tingkat pelayanan menjadi D. Temuan ini menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas sederhana seperti penambahan rambu dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja simpang. Namun demikian, hasil yang diperoleh belum mencapai kondisi optimal, sehingga diperlukan alternatif penanganan lanjutan untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026