Abstrak penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem pengendalian intern terhadap risiko fraud di Koperasi Ramos Ronatama Nusantara Cabang Bekasi. Sistem pengendalian intern diukur menggunakan lima komponen kerangka COSO, meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, sedangkan risiko fraud dinilai melalui indikator penggelapan aset, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan wewenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif asosiatif. Populasi mencakup seluruh pengurus, pengelola, dan staf keuangan yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional dan pengawasan, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sistem pengendalian intern berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko fraud, dengan koefisien regresi sebesar −0,487 dan nilai signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,663 mengindikasikan bahwa 66,3% variasi risiko fraud mampu dijelaskan oleh kualitas penerapan pengendalian intern. Komponen lingkungan pengendalian terbukti paling dominan dalam menekan risiko fraud dengan kontribusi parsial 62,6%, diikuti aktivitas pengendalian sebesar 55,2%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan pengendalian intern, khususnya pada komponen-komponen fundamentalnya, merupakan strategi terukur dan efektif dalam meminimalkan kerentanan kecurangan pada lembaga koperasi.
Copyrights © 2026