This study aims to describe and analyze the process of internalizing character values in history learning at SMAN 1 Polokarto. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The data sources in the study consisted of teachers and students of SMAN 1 Polokarto. The results of the study show that the internalization of character values in SMAN 1 Polokarto is carried out in a planned and systematic manner, starting from the preparation of school policies to the implementation in the Teaching Module. Character values are explicitly integrated into learning objectives and internalized through a whole series of learning activities that include the opening, core, and closing stages. Teachers play an active role in choosing learning strategies and models that encourage students to think critically, be confident, dare to communicate, and be able to relate historical values to contemporary life. This internalization process is not partial, but is naturally integrated into the overall learning activities through interactive lecture methods, the use of audio-visual media, conducive classroom management, and teacher examples. In addition, the success of internalizing character values does not only depend on learning strategies alone, but also on the consistency of teachers in displaying attitudes and behaviors that reflect the values taught. Teacher role models are an important factor that indirectly shapes the character of students through observation and imitation in daily interactions in the classroom. Thus, history learning at SMAN 1 Polokarto does not only convey knowledge material, but also serves as a vehicle for meaningful and sustainable character formation for students. Keywords: Internalization, Character Values, History Learning ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Polokarto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Sumber data dalam penelitian terdiri dari guru dan peserta didik SMAN 1 Polokarto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter di SMAN 1 Polokarto dilaksanakan secara terencana dan sistematis, dimulai dari penyusunan kebijakan sekolah hingga implementasi dalam Modul Ajar. Nilai-nilai karakter diintegrasikan secara eksplisit ke dalam tujuan pembelajaran dan diinternalisasikan melalui seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang mencakup tahap pembuka, inti, dan penutup. Guru berperan aktif dalam memilih strategi dan model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, percaya diri, berani berkomunikasi, serta mampu mengaitkan nilai-nilai historis dengan kehidupan kontemporer. Proses internalisasi ini tidak bersifat parsial, melainkan menyatu secara alami dalam keseluruhan aktivitas pembelajaran melalui metode ceramah interaktif, penggunaan media audio-visual, pengelolaan kelas yang kondusif, dan keteladanan guru. Selain itu, keberhasilan internalisasi nilai karakter tidak hanya bergantung pada strategi pembelajaran semata, tetapi juga pada konsistensi guru dalam menampilkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan. Keteladanan guru menjadi faktor penting yang secara tidak langsung membentuk karakter peserta didik melalui pengamatan dan peniruan dalam interaksi sehari-hari di kelas. Dengan demikian, pembelajaran sejarah di SMAN 1 Polokarto tidak sekadar menyampaikan materi pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter yang bermakna dan berkelanjutan bagi peserta didik. Kata kunci: Internalisasi, Nilai Karakter, Pembelajaran Sejarah
Copyrights © 2026