Konsentrasi akademik merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan dalam menunjang keberhasilan proses belajar. Perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial berpotensi menimbulkan distraksi yang dapat menurunkan konsentrasi akademik. Selain itu, self-regulation berperan sebagai faktor internal yang membantu mahasiswa mengatur perilaku belajar dan mempertahankan fokus selama kegiatan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi akses media sosial dan self-regulation dengan tingkat konsentrasi akademik pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 206 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 136 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara frekuensi akses media sosial dengan konsentrasi akademik dengan arah hubungan negatif (p-value = 0,000), serta terdapat hubungan signifikan antara self-regulation dengan konsentrasi akademik dengan arah hubungan positif (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi akses media sosial maka konsentrasi akademik cenderung menurun, sedangkan semakin baik self-regulation maka konsentrasi akademik mahasiswa semakin meningkat.
Copyrights © 2026