Stres akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh remaja, khususnya siswa tingkat akhir yang menghadapi tuntutan akademik yang tinggi. Kondisi stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu perubahan perilaku makan, salah satunya emotional eating, yaitu kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi negatif. Perilaku ini berpotensi berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan emotional eating pada pelajar kelas XII di SMK Bhakti Medika Cianjur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 118 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres akademik dan Emotional Eating Questionnaire (EEQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan emotional eating (p-value = 0,001), dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,293 yang menunjukkan kekuatan hubungan rendah hingga sedang dan arah hubungan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik, maka kecenderungan emotional eating pada siswa semakin meningkat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stres akademik memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku emotional eating pada pelajar. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif dan psikososial untuk membantu siswa mengelola stres secara adaptif guna mencegah dampak negatif terhadap pola makan dan kesehatan secara umum.
Copyrights © 2026