Limbah popok sekali pakai menjadi persoalan lingkungan krusial di Desa Bandungrejosari karena kandungan polimer sintetis yang sulit terurai dan risiko kontaminasi patogen pada badan air. Meskipun potensi teknis biokonversi limbah popok telah banyak dikaji, implementasi berbasis komunitas yang berkelanjutan masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pemberdayaan masyarakat dalam mentransformasi limbah popok menjadi media tanam dan pupuk organik cair (POC). Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan polimer superabsorben (superabsorbent polymer) sebagai agen retensi air tanah dan pengolahan residu urin menjadi pupuk kaya makronutrien, yang diintegrasikan langsung dalam praktik domestik masyarakat mengatasi celah keterbatasan penelitian terdahulu yang mayoritas masih berskala laboratorium. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari kader PKK dan pengelola bank sampah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan instrumen kuesioner (pre-test dan post-test) sebanyak 15 butir soal yang dianalisis menggunakan teknik triangulasi serta statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PAR efektif meningkatkan keterampilan teknis dan partisipasi masyarakat hingga 95%. Program berhasil membentuk kelompok swadaya mandiri yang mampu mengubah limbah menjadi sumber daya ekonomi lokal. Kesimpulannya, integrasi edukasi teknis dan pendampingan partisipatif terbukti mampu mengubah perilaku pengelolaan limbah rumah tangga secara signifikan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026