Kemampuan pemecahan masalah IPA merupakan kompetensi yang sangat penting dan perlu dimiliki mahasiswa Tadris IPA, namun pencapaiannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor internal yang belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar dan rasa ingin tahu terhadap kemampuan pemecahan masalah IPA melalui intrinsik sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data dikumpulkan melalui angket skala likert dan dianalisis menggunkan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa ingin tahu berpengaruh signifikan terhadap motivasi intrinsik dan kemampuan pemecahan masalah IPA. Motivasi intrinsik juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah IPA serta memediasi secara signifikan hubungan antara rasa ingin tahu dan pemecahan masalah IPA. Sebaliknya, gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah IPA, namun dengan arah negatif, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi intrinsik dan tidak dimediasi oleh motivasi intrinsik.. Temuan ini menegaskan bahwa rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA mahasiswa Tadris IPA. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi mahasiswa Tadris IPA untuk pengembangan strategi pembelajaran IPA yang lebih berorientasi pada penguatan rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik calon guru sains.
Copyrights © 2026