Penelitian ini bertujuan untuk memahami eksistensi lansia di tengah keluarga inti, khususnya dalam dinamika antara keterlibatan dan marjinalisasi yang mereka alami. Perubahan struktur keluarga dari keluarga besar ke keluarga inti modern menyebabkan peran lansia mengalami pergeseran. Dalam banyak kasus, lansia tetap dilibatkan dalam aktivitas domestik, emosional, spiritual, maupun sosial, namun pada saat yang sama mereka juga menghadapi bentuk marjinalisasi halus seperti keterbatasan ruang berpendapat, ketergantungan ekonomi, pembatasan peran akibat faktor fisik, serta kesepian ketika anggota keluarga sibuk bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima informan lansia yang tinggal bersama atau berinteraksi intens dengan keluarga inti. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan lansia terutama terlihat pada peran domestik, afektif, spiritual, serta sosial. Marjinalisasi muncul dalam bentuk laten seperti pengurangan peran, ketergantungan ekonomi, tidak dilibatkan dalam keputusan tertentu, serta perasaan kesepian. Makna eksistensi lansia dimaknai sebagai sumber nilai, penjaga keharmonisan, pemberi nasihat, dan figur penting dalam menjaga stabilitas emosional keluarga. Penelitian ini memperkuat teori Interaksionisme Simbolik serta relevansi teori peran Parsons dalam konteks keluarga modern.
Copyrights © 2026