Pengelolaan ketersediaan obat yang memadai sangat penting dalam penjaminan mutu kesehatan. Namun, banyak fasilitas kesehatan, termasuk Yayasan Kesehatan Swasta X, menghadapi masalah ketidakseimbangan stok obat (kelebihan atau kekurangan) yang berdampak negatif pada pasien dan efisiensi operasional. Permasalahan ini diperparah oleh kebijakan distribusi farmasi yang memprioritaskan fasilitas pemerintah serta variasi kebutuhan obat berdasarkan jenis penyakit kronis seperti Asma. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode peramalan time series menggunakan Prophet dari periode Januari 2021 hingga Desember 2024. Prophet dipilih karena kemampuannya dalam menangani trend, seasonality, dan holiday yang kompleks pada data. Evaluasi kinerja model menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Squared Error (RMSE) yang menunjukkan hasil akurasi tinggi. Nilai MAPE berkisar antara 10.54% hingga 30.47% dan nilai RMSE antara 0.24 hingga 0.71. Hasil ini mengindikasikan bahwa model Prophet mampu memprediksi kebutuhan stok obat dengan tingkat kesalahan yang rendah, meskipun terdapat batasan dalam menangkap fluktuasi ekstrem atau perubahan mendadak. Peramalan ini dapat menjadi landasan strategis untuk pengambilan keputusan pengadaan, memastikan ketersediaan stok obat, serta meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan secara optimal di Yayasan Kesehatan Swasta X. Kata kunci— Peralaman, Stok Obat, Time Series, Prophet, Asma
Copyrights © 2026