AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic & Fisheries Sciences
Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences

Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan: Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD)

Ahmad Muhtadi (Universitas Sumatera Utara)
Khairunnisa (Universitas Syiah Kuala)
Mhd. Ridha Syafi'i Damanik (Universitas Negeri Medan)
Zufriwandi Siregar (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara)
Elisabet Rosevenny Simaremare (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara)
Muhammad Riza Kurnia Lubis (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara)
Azahirin (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara)
Sri Masnita Br. Tarigan (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara)
Hasbi Husaini (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara)
Lovedrian Ariston (Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Dan Laut Padang)



Article Info

Publish Date
21 Apr 2026

Abstract

Pulau Pini dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang berperan sebagai habitat utama berbagai sumber daya ikan dan penopang keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pulau-pulau kecil ini masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologi, tantangan, serta arah pengelolaan kawasan konservasi di perairan Pulau Pini, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Pini melalui pengamatan kondisi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai status ekosistem pesisir, sedangkan identifikasi faktor internal dan eksternal pengelolaan kawasan konservasi dianalisis menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi ekosistem pesisir yang signifikan dengan ditemukannya 7 spesies mangrove dan 6 spesies lamun. Persentase tutupan lamun berkisar antara 32,75%–61,50% yang menunjukkan kondisi ekosistem dari kategori kurang sehat hingga sehat. Kondisi terumbu karang tergolong kategori kurang dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 38,35%, sedangkan mangrove berada pada kategori sedang dengan sebaran yang relatif terbatas. Zonasi kawasan konservasi terdiri atas zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lain sesuai peruntukannya yang diarahkan untuk perlindungan ekosistem pesisir. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi Pulau Pini berada pada Kuadran I (strategi SO), yang menekankan pemanfaatan kekuatan ekosistem pesisir untuk memaksimalkan peluang pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan habitat, pemantauan ekosistem secara berkala, serta peningkatan partisipasi masyarakat merupakan strategi utama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di perairan Pulau Pin

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

aquacoastmarine

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

QUACOASTMARINE: Journal of Aquatic & Fisheries Sciences (ACM JAFS/ J.Aquat.Fish.Sci) is an open access peer-reviewed scientific journal. AQUACOASTMARINE is published by TALENTA (Universitas Sumatera Utara Journals Publisher) and managed by Water Resources Management Study Program, Faculty of ...