Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026

Analisa Fitokimia dan Antioksidan Sirup Herbal Ekstrak Batang Serai (Cymbopogon citratus), Teh Hijau (Camelia sinensis) dan Buah Lemon (Citrus limon)

Rizki Andalia (Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh)
nurmalia zakaria (Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2026

Abstract

Ekstrak etanol batang serai, daun teh hijau dan buah lemon mengandung senyawa flavonoid dan fitokimia lainnya yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ketiga ekstrak tersebut menjadi sediaan sirup herbal. Karakateristik dari simplisia tanaman dan senyawa fitokimia ditentukan, demikian juga dengan karakateristik dan fitokimia sirup herbal, serta aktivitas antioksidannya. Ketiga simplisia mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin. Simplisia daun teh hijau juga mengandung tanin dan steroid, tetapi tidak terdapat pada batang serai dan buah lemon. Sirup herbal yang mengandung ekstrak batang serai (SH1), ekstrak daun teh hijau (SH2), ekstrak buah lemon (SH3), dan campuran ketiga ekstrak (SH4) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid/terpenoid. Hanya SH2 dan SH4 yang mengadung tanin sedangkan lainnya tidak. Keempat sirup herbal berbentuk cairan sedikit kental dengan warna cokelat kehitaman, aroma kas tanaman dan memiliki rasa sedikit manis hingga sedikit pahit. pH sirup herbal berkisar 4,5-6,8, dengan bobot jenis 1,25–1,32 gr/ml, dan viskositas berkisar 200-3.600 cP. Keempat sirup herbal memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi (IC50 < 50 ppm) menggunakan metode peredaman DPPH dengan spektrofotometri Uv-Vis, dimana nilai IC50 32,38 ppm (SH1), 20,49 ppm (SH2), 19,71 ppm (SH3), dan 12,53 ppm (SH4). Daya antioksidan berbeda signifikan tiap sampelnya (p<0,05). Aktivitas antioksidan sirup herbal campuran ekstrak (SH4) lebih rendah dibandingkan Asam Askorbat (IC50 2,33 ppm) (P<0,05).

Copyrights © 2026