Program revitalisasi lingkungan sekolah di SMA Yadika Bandar Lampung dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan berupa keterbatasan ruang terbuka hijau, sistem pengelolaan sampah yang kurang optimal, serta suhu lingkungan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan efektivitas program revitalisasi lingkungan melalui pembuatan Lubang Resaan Biopori (LRB) dan Penanaman Pohon dalam mendukung terwujudnya sekolah hijau yang adaptif, edukatif dan berkelanjutan. Metodologi penelitian meliputi tahap observasi langsung dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan. Implementasi dilakukan menggunakan metode wawancara dan praktik langsung yang melibatkan siswa dalam pembuatan lubang biopori berdiameter 3 inchi dengan kedalaman 50-80 cm serta penanaman 50 pohon Jambu Mete (Anacardium occidentale) dan pohon Pala (Myristica fragrans). Hasil implementasi menujukkan bahwa lubang resapan biopori berhasil meningkatkan daya serap tanah, mengurangi limpasan permukaan, dan mengolah sampah organik menjadi kompos yang memperbaiki kesuburan tanah. Penanaman pohon secara strategis berhasil menurunkan suhu rata-rata sebesar 1,5°C, meningkatkan kualitas udara, dan mencegah erosi tanah. Program ini juga berhasil meningkatkan partisipasi komunitas sekolah dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap pelestarian lingkungan. Revitalisasi lingkungan melalui biopori dan penanaman pohon terbukti efektif dalam meningkatkan ekosistem sekolah dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Copyrights © 2026