Gen Z dan α adalah generasi digital natives yang seumur hidupnya tidak bisa membayangkan hidup tanpa digital. Salah satu perubahan terbesar dari kondisi ini adalah penggunaan visual seperti gambar, ilustrasi, dan doodling, bukan semata-mata sebagai output kreativitas, tetapi metode baru komunikasi yang lebih efektif dan universal. Penelitian visual sebagai pola komunikasi utama Gen Z dan A jarang didalami dan sering disalahartikan sebagai lonjakan kreativitas. Mereka membutukan mempelajari keahlian ini untuk membuat hidup mereka lebih lancar, dan memenuhi penyatuan kehidupannya di lini digital dan offline. Penelitian ini membahas berbagai penyebab dan perubahan yang terjadi di generasi ini sehingga visual menjadi lini baru komunikasi primer – dengan berbagai batasan yang tetap ada. Gen Z dan A yang rata-rata berusaha memiliki keahlian menggambar, bukan karena minat dan bakat, bahkan tidak ingin masuk program studi desain. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksplanatoris dengan membandingkan literatur dari berbagai bidang – baik pro maupun kontra untuk mampu memahami Gen Z dan α lebih baik dan mengurangi generation gap.
Copyrights © 2025