Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh seruan boikot terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening pada produk Pepsodent pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear dan uji mediasi (Sobel test) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan boikot berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 8,646 lebih besar dari t tabel 1,661 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung sebesar 8,633 lebih besar dari t tabel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, seruan boikot berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung sebesar 7,579 lebih besar dari t tabel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa citra merek mampu memediasi pengaruh seruan boikot terhadap keputusan pembelian secara signifikan dengan nilai t hitung sebesar 4,051 dan probabilitas 0,00005 lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,494 menunjukkan bahwa variabel seruan boikot dan citra merek mampu menjelaskan 49,4% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Copyrights © 2026