Penjualan BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, di Sales Area Nusa Tenggara Timur (NTT) belum mencapai target perusahaan. Pada tahun 2023, realisasi penjualan hanya mencapai 57% dengan konsumsi yang masih didominasi Pertalite. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi dan edukasi sebelumnya belum efektif dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap BBM berkualitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan penjualan Pertamax melalui implementasi program inovatif Beta-Max di Sales Area NTT. Metode yang digunakan adalah action research dengan pendekatan Continuous Improvement Program (CIP), meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram, serta penentuan faktor dominan melalui Pareto dan FMEA. Analisis menunjukkan bahwa metode promosi yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat menjadi penyebab utama rendahnya penjualan. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan Program Beta-Max Berbagi Kasih, yaitu program loyalitas berbasis poin dari pembelian Pertamax yang dikonversi menjadi donasi sosial. Program ini diimplementasikan melalui kegiatan promosi, edukasi masyarakat, kolaborasi dengan stakeholder, serta pemanfaatan aplikasi MyPertamina. Implementasi program tersebut mendorong peningkatan penjualan secara signifikan, dengan capaian mencapai 123% dari target tahun 2024 dan pertumbuhan sebesar 141% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, konsumsi Pertalite menurun sebesar 12% serta transaksi digital mengalami peningkatan. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan revenue perusahaan dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan BBM ramah lingkungan. Dengan demikian, Program Beta-Max terbukti efektif dan berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain.
Copyrights © 2026