Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MESIN PERAJANG GRUBI SEMI OTOMATIS DENGAN PISAU TIPE INSERT CUTTER SYSTEM SEBAGAI MEDIA PENCACAH UNTUK UMKM DI KABUPATEN KARANGANYAR Haikal, Haikal; Supriyanto, Agung; Cholis, Nur; Imam Malik, Yoga; Setiyawan, Aris
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2020): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.504 KB) | DOI: 10.33061/awpm.v4i1.3547

Abstract

Umbi merupakan jenis tumbuhan yang sering diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Dengan perkembangan jaman hingga saat ini, olahan ketela rambat semakin banyak, salah satunya adalah grubi. Kabupaten karanganyar tepatnya di tawangmangu banyak UMKM yang memproduksi grubi atau walangan. Pembuatan grubi dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan dirajang manual menggunakan pisau. Tujuan dari perancangan mesin ini adalah untuk menghasilkan desain mesin perajang grubi semi otomatis dengan pendorong pegas.Tahapan dalam perancangan mesin perajang grubi semi otomatis ini terdiri dari ide perancangan, pengumpulan data dan bahan, perancangan desain, perhitungan komponen, pemotongan, perakitan, pengujian dan analisa mesin. Hasil perhitungan mesin perajang grubi semi otomatis menunjukkan bahwa kapasitas perajangan berkisar 30 kg/jam. Mekanisme pencacah menggunakan insert cutter system sebagai media pencacah dengan dimensi pelat dudukan pisau 45x170x5 mm. Hasil perajangan yang optimal diperoleh antara 90% sampai 95% pada sudut mata pisau 3° dengan jumlah cutter  penyayat sebanyak 83 buah.
Meningkatkan Penjualan Jbu Pertamax Dengan Program Beta-Max Di Sales Area NTT Setiyawan, Aris
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7698

Abstract

Penjualan BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, di Sales Area Nusa Tenggara Timur (NTT) belum mencapai target perusahaan. Pada tahun 2023, realisasi penjualan hanya mencapai 57% dengan konsumsi yang masih didominasi Pertalite. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi dan edukasi sebelumnya belum efektif dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap BBM berkualitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan penjualan Pertamax melalui implementasi program inovatif Beta-Max di Sales Area NTT. Metode yang digunakan adalah action research dengan pendekatan Continuous Improvement Program (CIP), meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram, serta penentuan faktor dominan melalui Pareto dan FMEA. Analisis menunjukkan bahwa metode promosi yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat menjadi penyebab utama rendahnya penjualan. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan Program Beta-Max Berbagi Kasih, yaitu program loyalitas berbasis poin dari pembelian Pertamax yang dikonversi menjadi donasi sosial. Program ini diimplementasikan melalui kegiatan promosi, edukasi masyarakat, kolaborasi dengan stakeholder, serta pemanfaatan aplikasi MyPertamina. Implementasi program tersebut mendorong peningkatan penjualan secara signifikan, dengan capaian mencapai 123% dari target tahun 2024 dan pertumbuhan sebesar 141% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, konsumsi Pertalite menurun sebesar 12% serta transaksi digital mengalami peningkatan. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan revenue perusahaan dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan BBM ramah lingkungan. Dengan demikian, Program Beta-Max terbukti efektif dan berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain.