Industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi sehingga penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi sangat penting, khususnya dalam mengendalikan kelelahan kerja (fatigue) yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pekerja di PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan partisipasi aktif melalui kegiatan MBKM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) terhadap 689 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami tingkat kelelahan sedang, yang ditandai dengan penurunan konsentrasi, kelelahan fisik, serta penurunan kewaspadaan selama bekerja. Pengukuran iklim kerja panas menunjukkan nilai Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) berada di bawah ambang batas namun mendekati batas tersebut. Selain itu, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, pengelolaan bahan kimia, serta implementasi Emergency Response Plan (ERP) telah berjalan sesuai standar, meskipun masih terdapat faktor risiko psikologis seperti beban kerja dan tekanan kerja yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi K3 di PT GMF AeroAsia telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan upaya peningkatan dalam pengendalian kelelahan kerja, faktor psikososial, dan kondisi lingkungan kerja untuk mendukung keselamatan dan produktivitas pekerja secara optimal.
Copyrights © 2026