Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian dismenore atau nyeri menstruasi pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik dalam kegiatan belajar maupun interaksi sosial. Salah satu upaya yang umum dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah swamedikasi, yaitu penggunaan obat tanpa resep dokter. Namun, perilaku swamedikasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi dalam mengatasi nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kroya Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMP Negeri 2 Kroya yang berjumlah 276 orang. Sampel penelitian sebanyak 74 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah disusun sesuai dengan variabel penelitian, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,528 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi pada nyeri menstruasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku swamedikasi dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kroya Indramayu. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar pengetahuan kemungkinan turut memengaruhi perilaku swamedikasi remaja.
Copyrights © 2026