Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, pertumbuhan perusahaan, dan keputusan investasi terhadap financial distress pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022ā2024. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi leverage yang diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), pertumbuhan perusahaan yang diukur dengan Asset Growth (AG), serta keputusan investasi yang diproksikan dengan Price Earnings Ratio (PER). Sementara itu, variabel dependen yaitu financial distress diukur menggunakan metode Altman Zā-Score. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 30 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage yang diproksikan dengan DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, yang berarti semakin tinggi tingkat utang perusahaan, maka semakin besar potensi mengalami kesulitan keuangan. Sebaliknya, pertumbuhan perusahaan yang diukur dengan AG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress, sehingga perusahaan dengan pertumbuhan aset yang baik cenderung memiliki kondisi keuangan yang lebih sehat. Sementara itu, keputusan investasi yang diproksikan dengan PER tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap financial distress. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan dan investor dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat, khususnya dalam mengelola struktur modal, mendorong pertumbuhan perusahaan, serta mempertimbangkan risiko keuangan secara lebih strategis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026