Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model fungsi produksi dalam kerangka matematika ekonomi dengan mengintegrasikan pendekatan teoritis dan simulasi numerik sebagai dasar penilaian perilaku hubungan antar input dan output produksi. Fokus utama penelitian ini adalah penerapan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk menjelaskan bagaimana tenaga kerja dan modal berkontribusi terhadap tingkat output yang dihasilkan perusahaan atau perekonomian. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka, penelitian ini mengkaji formulasi matematis secara sistematis dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan asumsi-asumsi fundamental dalam teori produksi, seperti hukum diminishing returns serta konsep returns to scale. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan tenaga kerja dengan tingkat modal yang tetap memang mampu meningkatkan output, namun pertambahan output tersebut tidak berlangsung secara linear. Seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja, tambahan output (marginal product of labor) semakin menurun, sehingga mengonfirmasi berlakunya hukum diminishing returns dalam proses produksi. Evaluasi lebih lanjut terhadap parameter elastisitas input mengindikasikan bahwa fungsi produksi yang dianalisis berada pada kondisi constant returns to scale. Artinya, peningkatan seluruh input secara proporsional akan menghasilkan peningkatan output dalam proporsi yang sama, sehingga skala produksi berada dalam kondisi yang stabil. Namun demikian, penelitian ini juga menyoroti adanya keterbatasan dari model Cobb-Douglas, terutama pada asumsi elastisitas substitusi antar input yang selalu konstan. Dalam konteks ekonomi modern yang lebih kompleks dan dinamis, asumsi tersebut sering kali kurang mencerminkan realitas empiris. Oleh karena itu, model produksi alternatif seperti CES dan Translog dipertimbangkan sebagai pendekatan yang lebih fleksibel dalam menggambarkan hubungan nonlinier antara modal, tenaga kerja, dan output, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap proses produksi aktual.
Copyrights © 2026