Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Kinerja Keuangan Sektor Publik Menggunakan Metode Value for Money pada Pemprov Sumatera Utara Dewi Putri Kemala Lubis; Khairani Alawiyah Matondang; Rikoni Arseka Pelawi; Prana Simanjuntak; Indra Gunawan Sidabutar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7623

Abstract

Pengukuran kinerja pada sektor publik merupakan suatu proses sistematis yang digunakan untuk menilai sejauh mana pengelola organisasi publik mampu melaksanakan strategi dan program yang telah ditetapkan. Proses ini tidak hanya melihat apakah sebuah kegiatan telah terlaksana, tetapi juga menilai kualitas, ketepatan, serta manfaat dari pelaksanaan program tersebut bagi masyarakat. Penilaian dilakukan dengan menggunakan indikator keuangan dan nonkeuangan, yang kemudian diperkuat melalui penerapan praktik pengelolaan keuangan yang baik, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, hasil pengukuran kinerja dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi keuangan pemerintah daerah.Penelitian ini mengkaji kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada periode anggaran 2022–2024 dengan menggunakan pendekatan Value for Money. Pendekatan ini menilai tiga aspek utama, yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, sehingga mampu menunjukkan bagaimana pemerintah mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan pembangunan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis kondisi yang terjadi berdasarkan data aktual agar dapat menjawab permasalahan penelitian secara lebih komprehensif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan pemerintah provinsi berada pada kategori cukup ekonomis dalam penggunaan anggaran, namun masih kurang efisien dalam pemanfaatan sumber daya. Meskipun demikian, pencapaian tujuan program dinilai efektif. Secara keseluruhan, pengelolaan keuangan telah berjalan cukup baik, namun peningkatan terutama pada aspek efisiensi masih sangat diperlukan.
Analisis Model Fungsi Produksi dalam pendekatan Matematika Ekonomi Rikoni Arseka Pelawi; Afdal Hidayat; Cristian Rafael Siregar; Prana Simanjuntak; Rima Enjelita Br Ginting; Shera Adelia Br Bukit
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model fungsi produksi dalam kerangka matematika ekonomi dengan mengintegrasikan pendekatan teoritis dan simulasi numerik sebagai dasar penilaian perilaku hubungan antar input dan output produksi. Fokus utama penelitian ini adalah penerapan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk menjelaskan bagaimana tenaga kerja dan modal berkontribusi terhadap tingkat output yang dihasilkan perusahaan atau perekonomian. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka, penelitian ini mengkaji formulasi matematis secara sistematis dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan asumsi-asumsi fundamental dalam teori produksi, seperti hukum diminishing returns serta konsep returns to scale. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan tenaga kerja dengan tingkat modal yang tetap memang mampu meningkatkan output, namun pertambahan output tersebut tidak berlangsung secara linear. Seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja, tambahan output (marginal product of labor) semakin menurun, sehingga mengonfirmasi berlakunya hukum diminishing returns dalam proses produksi. Evaluasi lebih lanjut terhadap parameter elastisitas input mengindikasikan bahwa fungsi produksi yang dianalisis berada pada kondisi constant returns to scale. Artinya, peningkatan seluruh input secara proporsional akan menghasilkan peningkatan output dalam proporsi yang sama, sehingga skala produksi berada dalam kondisi yang stabil. Namun demikian, penelitian ini juga menyoroti adanya keterbatasan dari model Cobb-Douglas, terutama pada asumsi elastisitas substitusi antar input yang selalu konstan. Dalam konteks ekonomi modern yang lebih kompleks dan dinamis, asumsi tersebut sering kali kurang mencerminkan realitas empiris. Oleh karena itu, model produksi alternatif seperti CES dan Translog dipertimbangkan sebagai pendekatan yang lebih fleksibel dalam menggambarkan hubungan nonlinier antara modal, tenaga kerja, dan output, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap proses produksi aktual.