ABSTRACT Deconstructing cultural myths in the Gintangan Tourism Village is a focus in efforts to strengthen local tourism competitiveness during the IPBI TPPP Master's p.c.s activities in the village of Gintangan. The Gintangan people already have solutions for developing local tourism potential based on cultural myths. However, it turns out that some of them are reluctant to local brand tourism commodities because of cultural myths. The issues are : 1) What is the impact of Gintangan cultural myths?; 2) How does diffrance respond to Gintangan cultural myths?; 3) How is a new construction being built amid Gintangan cultural myths in the development of the Gintangan tourist village?. These issues were resolved using qualitative methods. The results show : 1) Gintangan cultural myths have had impacts on collective pride, economic enablers, bamboo innovation, bamboo weaving education centers, bamboo houses, bamboo-themed meeting halls, bamboo-themed costume designs, bamboo festivals, symbolic dependencies, and product branding.; 2) Cultural myths are diffracted by suspending old solutions and designing new ones while analyzing the situation, opening counseling services, providing assistance in the creation of tourism commodities, and ensuring and perfecting new solutions to the problems of improving the quality of tourism village development desired by the actors. 3) New construction for the development of Gintangan Tourism Village in the form of promotional innovation designs, human resource capacity building designs, and tourism facility designs based on strategically developed local tourism capital to revitalize the local brand image competitiveness of Gintangan Tourism Village. Keywords: deconstruction, cultural myths, tourism village, Gintangan, Banyuwangi. ABSTRAK Dekonstruksi Mitos Budaya pada pembangunan Desa Wisata Gintangan merupakan sebuah konsentrasi dalam usaha penguatan daya saing wisata lokal selama kegiatan pengabdian S2 TPPP IPBI kepada masyarakat desa Gintangan. Masyarakat desa Gintangan telah memiliki solusi pengembangkan potensi wisata lokal berdasarkan mitos budaya. Akan tetapi, ternyata diantara mereka enggan membranding komoditi wisata dengan identitas lokal karena mitos budaya. Permasalahannya : 1) Apa dampak mitos budaya Gintangan?; 2) Bagaimana tindakan diffrance atas mitos budaya Gintangan?; 3) Bagaimana konstruksi baru ditengah praktik mitos budaya dalam pembangunan desa wisata Gintangan?. Permasalahan ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis kegiatan menunjukan : 1) Mitos budaya Gintangan telah berdampak positif terhadap collective pride, economic enabler, inovasi karya bambu, pusat edukasi kerajinan anyaman bambu, griya bambu, balai pertemuan bermotif bambu, model kostum bermotif bambu, festival bambu, depedensi simbolik, branding produk yang sangat potensial menjadi bagian dari pembangunan nilai kualitas desa wisata Gintangan.; 2) Diffrance mitos budaya dilakukan dengan menangguhkan solusi lama dan rancangan solusi baru sambil melakukan analisis situasi, membuka layanan konseling, melakukan pendampingan pembuatan komoditi wisata, memastikan dan menyempurnakan solusi baru untuk masalah peningkatan kualitas pembangunan desa wisata yang diinginkan pelaku.; 3) Konstruksi baru untuk pembangunan Desa Wisata Gintangan berupa rancangan inovasi promosi, rancangan peningkatan kapasitas SDM dan rancangan sarana wisata berbasis modal wisata lokal yang strategis dikembangkan untuk merevitalisasi daya saing brand image lokal dari desa wisata Gintangan. Kata kunci: Dekonstruksi, Mitos Budaya, Pembangunan Desa Wisata, Gintangan, Banyuwangi.
Copyrights © 2026