Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya populer dalam pembentukan identitas pemuda di Kampung Padwa Sup, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan lima informan (tokoh pemerintah, agama, adat, pemuda, dan pelajar), serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer telah meresap ke berbagai aspek kehidupan pemuda, meliputi hiburan (musik, film, game), teknologi (smartphone, media sosial), bahasa gaul, mode berpakaian modern, dan gaya hidup. Faktor utama yang mendorong adopsi budaya populer adalah akses mudah ke internet dan media sosial, pengaruh pergaulan, minimnya pelestarian budaya lokal, serta arus globalisasi. Dampaknya bersifat ambivalen: di satu sisi meningkatkan wawasan dan keterbukaan pemuda, di sisi lain mengikis identitas budaya lokal seperti penggunaan bahasa Biak, kesenian tradisional (tarian Wor), dan nilai-nilai adat. Pemuda Kampung Padwa Sup berada dalam proses negosiasi identitas antara mempertahankan akar lokal dan mengikuti tren global. Penelitian ini merekomendasikan perlunya literasi media, revitalisasi budaya lokal, dan dukungan kegiatan positif bagi pemuda.
Copyrights © 2022