Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF FIELD STUDIES TO IMPROVE PROBLEM ANALYSIS ABILITY (CASE STUDY IN THE STUDENT SOCIOLOGY IISIP YAPIS BIAK) Ahmad, Busyairi; Laha, M. Saleh
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2020): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v8i1.13644

Abstract

The study aims to analyse the impact of the implementation of field studies in enhancing the problem-analysis skills and problem solving problems of sociology students in IISIP Yapis Biak. This research uses a qualitative approach. Data collection is done by interview, observation, and documentation methods. The data are analyzed by using data reduction, data feed and conclusion withdrawal. The results showed that the implementation of field studies in lecturing was able to provide students with the ability to analyse problems and even solve problems. The evidence showed when students did assegnment to observe a problem in order to be analyzed and solved and the result showed they did with a good solving. Therefore, the students did not only accept the theory but also be able to apply it to the real situationals.
Peran Budaya Populer dalam Pembentukan Identitas Pemuda Kampung Padwa Sup Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor Anetha Swabra; M. Saleh Laha
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 4 No 2 (2022): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya populer dalam pembentukan identitas pemuda di Kampung Padwa Sup, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan lima informan (tokoh pemerintah, agama, adat, pemuda, dan pelajar), serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer telah meresap ke berbagai aspek kehidupan pemuda, meliputi hiburan (musik, film, game), teknologi (smartphone, media sosial), bahasa gaul, mode berpakaian modern, dan gaya hidup. Faktor utama yang mendorong adopsi budaya populer adalah akses mudah ke internet dan media sosial, pengaruh pergaulan, minimnya pelestarian budaya lokal, serta arus globalisasi. Dampaknya bersifat ambivalen: di satu sisi meningkatkan wawasan dan keterbukaan pemuda, di sisi lain mengikis identitas budaya lokal seperti penggunaan bahasa Biak, kesenian tradisional (tarian Wor), dan nilai-nilai adat. Pemuda Kampung Padwa Sup berada dalam proses negosiasi identitas antara mempertahankan akar lokal dan mengikuti tren global. Penelitian ini merekomendasikan perlunya literasi media, revitalisasi budaya lokal, dan dukungan kegiatan positif bagi pemuda.
Analisis Judi Online dan Pinjaman Online terhadap Perubahan Nilai dan Norma Sosial Generasi Z Muhammad Rafli Amran; M. Saleh Laha
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 2 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena judi online dan pinjaman online di kalangan Generasi Z serta dampaknya terhadap perubahan nilai dan norma sosial di Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Biak Numfor. Fenomena ini menjadi sorotan karena meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan anak muda yang secara tidak langsung memengaruhi pola pikir, perilaku sosial, dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan dari kalangan Generasi Z (usia 18-24 tahun), observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judi online dan pinjaman online bukan hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memicu perubahan signifikan dalam nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian, serta melemahkan lima norma sosial: norma agama, kesusilaan, kesopanan, kebiasaan, dan hukum. Generasi Z cenderung melihat judi dan pinjaman online sebagai jalan cepat memenuhi kebutuhan, tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang, yang mengakibatkan terjadinya kondisi anomie (kekacauan norma) sebagaimana dijelaskan Émile Durkheim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan nilai dan norma sosial di kalangan Generasi Z di Karang Mulia dipengaruhi secara kuat oleh kehadiran judi online dan pinjaman online. Diperlukan peran aktif dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memberikan edukasi digital serta penguatan kembali nilai-nilai sosial yang konstruktif.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Interaksi Sosial dan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Sthevanny Yohana Emmanuella Senandi; M. Saleh Laha
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 7 No 1 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial dan hasil belajar peserta didik kelas tinggi di SD Negeri 2 Ridge 1 Biak. Penggunaan gadget yang semakin meluas di kalangan peserta didik membawa dampak signifikan, baik positif maupun negatif. Dalam konteks pendidikan dasar, gadget dapat menjadi alat bantu belajar yang efektif, namun juga berpotensi mengganggu interaksi sosial dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas IV hingga VI, guru kelas, dan orang tua. Teori yang digunakan sebagai landasan analisis adalah teori interaksi sosial dari Pebriana (2017) dan teori dampak teknologi dari Sherry Turkle (2011, 2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan cenderung menurunkan intensitas kontak sosial langsung antara peserta didik, baik dalam bentuk kontak primer maupun sekunder. Anak-anak menjadi lebih tertutup, kurang aktif dalam kegiatan kelompok, dan lebih fokus pada dunia virtual. Dari sisi hasil belajar, ditemukan penurunan konsentrasi, motivasi belajar, serta prestasi akademik pada peserta didik yang terlalu sering menggunakan gadget untuk hiburan. Namun, penggunaan gadget secara terkontrol dan terarah dapat meningkatkan akses terhadap sumber belajar digital dan menumbuhkan minat belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gadget memiliki dampak ganda; diperlukan keterlibatan aktif guru dan orang tua untuk membimbing dan mengawasi penggunaan gadget agar manfaatnya dapat dimaksimalkan dan dampak negatifnya diminimalkan.
Dampak Pembagian Sumber Daya Nelayan terhadap Relasi Sosial di Kampung Rayori Supiori Yosina Wambrauw; M. Saleh Laha
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembagian sumber daya nelayan terhadap relasi sosial antar nelayan di Kampung Rayori, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori, serta mengidentifikasi motif konflik yang muncul akibat ketimpangan pembagian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap kepala kampung, aparat pemerintah, tokoh adat, nelayan tradisional, pengolah hasil laut, dan penyuluh perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan hasil tangkapan antara nelayan tradisional (5-10 kg/hari) dan nelayan modern (ratusan kg/hari) telah memicu dua bentuk konflik sosial: konflik horizontal antar nelayan lokal dan nelayan pendatang, serta konflik vertikal antara komunitas nelayan kecil dengan pemerintah akibat kebijakan kelautan yang eksklusif dan tidak berpihak. Faktor penyebab ketimpangan meliputi perbedaan teknologi penangkapan, akses modal, serta minimnya partisipasi nelayan kecil dalam perumusan kebijakan. Sistem kearifan lokal seperti sasi (larangan menangkap ikan pada musim tertentu) masih dipertahankan, namun terancam oleh ekspansi kapal besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembagian sumber daya nelayan yang tidak adil berdampak negatif pada relasi sosial, memicu persaingan, konflik, dan ketimpangan sosial. Diperlukan kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil, pengakuan atas wilayah laut adat, serta peningkatan partisipasi nelayan dalam pengelolaan sumber daya perikanan.