Konflik antara orang tua dan anak merupakan dinamika yang umum terjadi dalam kehidupan keluarga, terutama ketika perbedaan nilai, pola pikir, dan gaya komunikasi tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi keluarga dalam mengatasi konflik orang tua dan anak di Kampung Babrinbo, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 7 informan (2 orang tua, 2 anak, dan 3 tokoh masyarakat), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan lima indikator komunikasi efektif: (1) aktif mendengar tanpa menghakimi, (2) menentukan waktu dan suasana yang tepat untuk berdiskusi, (3) menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyudutkan, (4) mencari solusi bersama bukan saling menyalahkan, dan (5) membangun rutinitas komunikasi positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan berorientasi pada pemecahan masalah bersama terbukti mampu meredam konflik serta memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Keluarga yang menerapkan rutinitas komunikasi positif seperti makan bersama atau berbincang sebelum tidur cenderung memiliki hubungan yang lebih harmonis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi keluarga yang efektif merupakan kunci utama dalam penyelesaian konflik orang tua dan anak. Disarankan agar orang tua lebih sabar dan terbuka, anak lebih menghargai nasihat orang tua, serta pemerintah kampung mendukung program pembinaan keluarga.
Copyrights © 2022