Upacara adat merupakan salah satu tradisi masyarakat tradisional yang masih dianggap memiliki nilai-nilai yang relevan bagi kebutuhan masyarakat penduduknya. Budaya wor dalam agama tradisional orang Biak merupakan suatu kewajiban yang harus diselenggarakan oleh setiap keluarga inti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan budaya wor dalam upacara adat pada masyarakat Kampung Wouna, Distrik Andey, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang terdiri dari ketua adat, sekretaris adat, bendahara adat, dan anggota dewan adat Kampung Wouna, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya wor dalam upacara adat masyarakat Kampung Wouna mengalami perubahan yang signifikan. Bentuk-bentuk wor yang mengalami perubahan meliputi: (1) Wor Farbakbuk (upacara perkawinan), yang dahulu melibatkan prosesi masuk minang dan perjodohan, kini bergeser menjadi lebih sederhana; (2) Wor Fasfes Mandwam (upacara perlindungan ibu hamil), yang kini jarang dilakukan; (3) Wor Fasasnai atau Anunbesop (upacara memperlihatkan bayi kepada alam), yang kini bergeser menjadi ibadah syukuran di gereja; (4) Wor Apanaknik (upacara gunting rambut anak pertama), yang kini dapat dilakukan untuk semua anak; (5) Wor Beba (upacara besar untuk anak yang menyelesaikan pendidikan), yang masih dilaksanakan namun menyesuaikan dengan kondisi. Faktor penyebab perubahan meliputi masuknya pengaruh gereja, perkembangan teknologi, keterbatasan biaya dan persiapan materi, serta perubahan niat dan antusiasme masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya wor dalam upacara adat masyarakat Kampung Wouna mengalami pergeseran dari yang bersifat sakral-religius ke arah yang lebih sederhana dan terpengaruh oleh modernisasi serta kristenisasi, namun nilai-nilai dasarnya masih dipertahankan.
Copyrights © 2023