Pola komunikasi keluarga merupakan faktor fundamental dalam membentuk karakter dan perilaku anak, terutama pada masa remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga terhadap perilaku sopan santun anak-anak remaja di Kampung Manggonswan, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 11 informan (Kepala Desa, Sekretaris Desa, guru, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pelajar), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan dua kerangka teori utama: indikator karakter sopan santun menurut Wahyudi dan I Made Arsana (2014) yang meliputi menghormati orang yang lebih tua, menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak berkata kotor dan kasar, tidak meludah sembarangan, memberi salam, serta menghargai pendapat orang lain; serta teori komunikasi interpersonal efektif dari Joseph DeVito (2014) yang mencakup keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga di Kampung Manggonswan telah berjalan dengan baik, tercermin dari perilaku sopan santun anak-anak remaja yang menghormati orang tua dan orang yang lebih tua, aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampung dan gereja, serta memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Faktor pendukung utama adalah kuatnya nilai-nilai agama dan adat istiadat yang masih terjaga, serta minimnya pengaruh budaya luar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi keluarga yang efektif dan keteladanan orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku sopan santun remaja. Disarankan agar orang tua terus mempertahankan pola komunikasi yang baik dan memberikan contoh perilaku positif, serta remaja diharapkan dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat di lingkungan kampung.
Copyrights © 2024