Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Vol 7 No 1 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi

Fungsi Keluarga dalam Menerapkan Nilai Budaya Lokal Pada Anak di Kampung Mbrurwandi Distrik Kepulauan Aruri Kabupaten Supiori

Susana Anjel Menufandu (Mahasiswa Prodi Sosiologi)
Darlin Darlin (IISIP YAPIS Biak)



Article Info

Publish Date
29 Mar 2025

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak, termasuk dalam penerapan nilai-nilai budaya lokal. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin deras, nilai-nilai budaya lokal menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi keluarga dalam menerapkan nilai budaya lokal pada anak di Kampung Mbrurwandi, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 25 informan yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat pemerintah kampung, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga di Kampung Mbrurwandi menjalankan delapan fungsi utama dalam menerapkan nilai budaya lokal pada anak, yaitu: (1) fungsi keagamaan, di mana keluarga menjadi tempat pertama anak mengenal dan mengembangkan nilai-nilai agama; (2) fungsi sosial budaya, di mana keluarga memberikan kesempatan kepada anggota keluarga untuk mengembangkan kekayaan budaya lokal; (3) fungsi cinta dan kasih sayang, yang menjadi landasan kokoh hubungan antar anggota keluarga; (4) fungsi perlindungan, di mana keluarga menjadi tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi anak; (5) fungsi reproduksi, sebagai perencanaan melanjutkan keturunan; (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, di mana keluarga memberikan arahan dan pendidikan kepada anak; (7) fungsi ekonomi, sebagai unsur pendukung kemandirian dan ketahanan keluarga; (8) fungsi pembinaan lingkungan, di mana keluarga mengajarkan cara berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Faktor penghambat penerapan nilai budaya lokal meliputi pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, kemajuan zaman, kurangnya minat anak, dan kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi keluarga di Kampung Mbrurwandi telah berjalan dengan baik dalam menerapkan nilai budaya lokal pada anak, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

copisusu

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Maret dan September. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian di bidang komunikasi, Politik, dan ...