Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN MELALUI BUDAYA Darlin Darlin; Mellyana Sanusi; Nur Aini Zaida.
Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education (IJECIE) Vol 6 No 02 (2022): ijecie
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v6i02.426

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan karakter anak usia dini 5-6 tahun melalui budaya sekolah di TK Negeri 9 Buton. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan analisis yang terdiri atas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang sengaja guru terapkan seperti menghafalkan surah-surah pendek dan do’a sehari-hari, memperagakan shalat dhuha, bertutur kata yang sopan, menghormati orang yang lebih tua, belajar berpuasa serta bersedekah di bulan suci Ramadhan. Adapun kegiatan teladan tidak sengaja meliputi saling menyapa memberi salam dan berjabat tangan, serta memohon maaf jika melakukan kesalahan. Hasil penelitian ada 11 peserta didik terdiri enam perempuan dan lima laki-laki, dengan menggunakan metode pembelajaran Uswah Hasanah yakni sikap keteladanan yang diberikan oleh guru kepada 11 peserta didik menunjukkan bahwa karakter yang dibangun melalui budaya sekolah telah berkembang dengan baik. Dari penelitian disimpulkan bahwa membangun karakter melalui budaya sekolah dengan menerapkan nilai moral dan agama kepada anak usia dini 5-6 tahun di TK Negeri 9 Buton telah tercapai sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebagai indikator pelaksanaan aspek nilai-nilai moral dan agama. Kata Kunci: Karakter, anak usia dini, budaya sekolah. Abstract This study aims to determine the application of the character of early childhood 5-6 years through school culture in TK Negeri 9 Buton. The type of research used by the author is qualitative research. Research data were collected through observation, interviews and documentation, then analyzed using three stages of analysis consisting of data reduction, data display and drawing conclusions. The results showed that the activities that the teacher deliberately implemented were memorizing short letters and daily prayers, demonstrating dhuha prayers, speaking polite words, respecting elders, learning to fast and giving alms in the holy month of Ramadan. The exemplary activities include accidentally greeting each other by greeting and shaking hands, and apologizing if you make a mistake. The results of the study were 11 students consisting of six girls and five boys, using the Uswah Hasanah learning method, namely the exemplary attitude given by the teacher to 11 students showing that the character built through school culture had developed well. From the research it was concluded that building character through school culture by applying moral and religious values ​​to early childhood 5-6 years in TK Negeri 9 Buton has been achieved according to the learning objectives set as indicators of the implementation of aspects of moral and religious values. Keywords: Character, early childhood, school culture.
Dampak Sosial Program Pemberdayaan Masyarakat terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga di Kampung Syabes Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor Insina Dimara; Darlin Darlin
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 1 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial program pemberdayaan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga di Kampung Syabes, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 8 informan (kepala kampung, sekretaris, bendahara, aparat kampung, tokoh adat, dan tokoh pemuda), serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori kapabilitas (capability approach) dari Amartya Sen (2009) yang menekankan peningkatan kemampuan dasar manusia (capabilities) dan kebebasan substantif sebagai tujuan pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat di Kampung Syabes yang mencakup tiga fokus utama (rumah layak huni, fasilitas sanitasi dan dukungan kesehatan serta pendidikan, dan ekonomi produktif) telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga. Program rumah layak huni dinilai paling berhasil karena memberikan dampak langsung dan nyata, diikuti oleh peningkatan fasilitas sanitasi dan akses air bersih. Program ekonomi produktif menunjukkan hasil yang menggembirakan meskipun skalanya masih terbatas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal efektif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Disarankan penguatan program ekonomi produktif, pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan, serta perluasan cakupan manfaat kepada seluruh warga.
Fungsi Keluarga dalam Menerapkan Nilai Budaya Lokal Pada Anak di Kampung Mbrurwandi Distrik Kepulauan Aruri Kabupaten Supiori Susana Anjel Menufandu; Darlin Darlin
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 7 No 1 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak, termasuk dalam penerapan nilai-nilai budaya lokal. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin deras, nilai-nilai budaya lokal menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi keluarga dalam menerapkan nilai budaya lokal pada anak di Kampung Mbrurwandi, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 25 informan yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat pemerintah kampung, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga di Kampung Mbrurwandi menjalankan delapan fungsi utama dalam menerapkan nilai budaya lokal pada anak, yaitu: (1) fungsi keagamaan, di mana keluarga menjadi tempat pertama anak mengenal dan mengembangkan nilai-nilai agama; (2) fungsi sosial budaya, di mana keluarga memberikan kesempatan kepada anggota keluarga untuk mengembangkan kekayaan budaya lokal; (3) fungsi cinta dan kasih sayang, yang menjadi landasan kokoh hubungan antar anggota keluarga; (4) fungsi perlindungan, di mana keluarga menjadi tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi anak; (5) fungsi reproduksi, sebagai perencanaan melanjutkan keturunan; (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, di mana keluarga memberikan arahan dan pendidikan kepada anak; (7) fungsi ekonomi, sebagai unsur pendukung kemandirian dan ketahanan keluarga; (8) fungsi pembinaan lingkungan, di mana keluarga mengajarkan cara berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Faktor penghambat penerapan nilai budaya lokal meliputi pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, kemajuan zaman, kurangnya minat anak, dan kurangnya dukungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi keluarga di Kampung Mbrurwandi telah berjalan dengan baik dalam menerapkan nilai budaya lokal pada anak, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan.