Permainan latto-latto telah menjadi fenomena viral di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di Kelurahan Anjareuw, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. Permainan yang sempat populer pada era 1990-an ini kembali muncul dan digemari oleh anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak permainan latto-latto terhadap hubungan sosial anak-anak dan remaja di Kelurahan Anjareuw. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri dari Kepala Lurah, Sekretaris Lurah, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Ekonomi, staf kelurahan, tokoh masyarakat, serta siswa SMP dan SMA, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan latto-latto memiliki dua sisi dampak terhadap hubungan sosial anak-anak dan remaja. Dampak positifnya meliputi: (1) membangun interaksi sosial yang lebih baik karena dimainkan secara bersama-sama, berbeda dengan game online yang cenderung individual; (2) membangun identitas sosial dan konsep diri yang positif melalui kemampuan bermain yang dapat ditunjukkan di depan teman sebaya; (3) mengurangi ketergantungan pada gadget dan game online; (4) melatih sistem motorik, keseimbangan, dan ketenangan pikiran. Dampak negatifnya meliputi: (1) potensi mengurangi waktu belajar karena kecanduan bermain; (2) potensi melahirkan rasa rendah diri jika tidak berhasil memainkannya; (3) risiko cedera fisik seperti benturan bola ke mata, hidung, atau kepala; (4) polusi suara yang mengganggu lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan latto-latto memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hubungan sosial anak-anak dan remaja di Kelurahan Anjareuw, terutama dalam membangun interaksi sosial langsung dan mengurangi ketergantungan pada gadget, namun tetap memerlukan pengawasan orang tua untuk meminimalkan dampak negatifnya.
Copyrights © 2025