Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak, karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 4 Mansoben, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan (siswa SMP Negeri 4 Mansoben), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa meliputi empat indikator utama: (1) peran sebagai pendidik, yaitu mendidik anak tentang pentingnya belajar, menanamkan nilai-nilai moral, dan memberikan teladan; (2) peran sebagai pendorong (motivator), yaitu memberikan semangat, dorongan, dan dukungan psikologis kepada anak; (3) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana dan prasarana belajar seperti alat tulis, buku, ruang belajar, dan kebutuhan lainnya; (4) peran sebagai pembimbing, yaitu memberikan arahan, nasihat, bimbingan, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Faktor penghambat peran orang tua meliputi kesibukan kerja, tingkat pendidikan orang tua yang rendah, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendampingan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sangat menentukan keberhasilan motivasi belajar anak, namun masih banyak orang tua yang belum optimal menjalankan perannya karena berbagai keterbatasan.