Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Media Sosial terhadap Interaksi Sosial Remaja di Kampung Animi Distrik Oridek Kabupaten Biak Numfor Dina Yapen; Nur Inayati Saiful
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 1 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak media sosial terhadap interaksi sosial remaja di Kampung Animi, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 15 orang remaja yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menarik dan berbeda dari asumsi umum: dari 15 informan remaja, 13 orang (87%) tidak menggunakan media sosial dalam keseharian mereka karena keterbatasan akses terhadap perangkat komunikasi, larangan orang tua, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Remaja di Kampung Animi lebih banyak menghabiskan waktu untuk interaksi tatap muka langsung seperti bermain bersama, berkumpul, dan kegiatan keagamaan. Hanya 2 informan yang menggunakan media sosial (Facebook) namun dengan pengawasan ketat dari orang tua dan waktu penggunaan yang terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa di daerah dengan keterbatasan akses teknologi, interaksi sosial remaja masih didominasi oleh bentuk-bentuk interaksi langsung tradisional, bukan interaksi virtual. Strategi keluarga yang efektif meliputi pembatasan penggunaan perangkat, pendampingan, dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 4 Mansoben Distrik Supiori Timur Kabupaten Supiori Mince Inggabouw; Nur Inayati Saiful
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 2 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak, karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 4 Mansoben, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan (siswa SMP Negeri 4 Mansoben), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa meliputi empat indikator utama: (1) peran sebagai pendidik, yaitu mendidik anak tentang pentingnya belajar, menanamkan nilai-nilai moral, dan memberikan teladan; (2) peran sebagai pendorong (motivator), yaitu memberikan semangat, dorongan, dan dukungan psikologis kepada anak; (3) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana dan prasarana belajar seperti alat tulis, buku, ruang belajar, dan kebutuhan lainnya; (4) peran sebagai pembimbing, yaitu memberikan arahan, nasihat, bimbingan, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Faktor penghambat peran orang tua meliputi kesibukan kerja, tingkat pendidikan orang tua yang rendah, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendampingan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sangat menentukan keberhasilan motivasi belajar anak, namun masih banyak orang tua yang belum optimal menjalankan perannya karena berbagai keterbatasan.
Peran Perempuan dalam Menopang Perekonomian Keluarga di Kampung Warsansan Distrik Biak Utara Kabupaten Biak Numfor Nurmilda Nurmilda; Nur Inayati Saiful
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 1 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat telah mengalami pergeseran signifikan seiring dengan perkembangan zaman. Jika pada masa lalu perempuan hanya berperan dalam sektor domestik (rumah tangga), kini perempuan mulai terlibat aktif dalam sektor publik termasuk dalam menopang perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga serta faktor-faktor yang mendorong perempuan untuk berperan tersebut di Kampung Warsansan, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 44 informan perempuan di Kampung Warsansan, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga di Kampung Warsansan dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori: (1) peran tradisi, di mana perempuan hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tanpa kontribusi ekonomi; (2) peran transisi, di mana perempuan mulai membantu ekonomi keluarga melalui usaha sampingan seperti berjualan kue atau membuka kios; (3) dwiperan, di mana perempuan menjalankan peran domestik dan publik secara seimbang, misalnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus guru; (4) peran egalitarian, di mana suami dan istri berbagi peran secara setara termasuk dalam mencari nafkah; (5) peran kontemporer, di mana perempuan menjadi tulang punggung keluarga secara mandiri. Faktor-faktor yang mendorong perempuan berperan dalam perekonomian keluarga meliputi faktor internal (tingkat pendidikan dan kemauan untuk bekerja) dan faktor eksternal (kesulitan ekonomi keluarga dan pendapatan suami yang tidak mencukupi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga di Kampung Warsansan sangat signifikan dan terus berkembang, didorong oleh kombinasi faktor internal dan eksternal.
Dampak Permainan Latto-Latto terhadap Hubungan Sosial Anak-Anak dan Remaja di Kelurahan Anjareuw Distrik Samofa Kabupaten Biak Numfor Yabuni Taes; Nur Inayati Saiful
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 7 No 2 (2025): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan latto-latto telah menjadi fenomena viral di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di Kelurahan Anjareuw, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. Permainan yang sempat populer pada era 1990-an ini kembali muncul dan digemari oleh anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak permainan latto-latto terhadap hubungan sosial anak-anak dan remaja di Kelurahan Anjareuw. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri dari Kepala Lurah, Sekretaris Lurah, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Ekonomi, staf kelurahan, tokoh masyarakat, serta siswa SMP dan SMA, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan latto-latto memiliki dua sisi dampak terhadap hubungan sosial anak-anak dan remaja. Dampak positifnya meliputi: (1) membangun interaksi sosial yang lebih baik karena dimainkan secara bersama-sama, berbeda dengan game online yang cenderung individual; (2) membangun identitas sosial dan konsep diri yang positif melalui kemampuan bermain yang dapat ditunjukkan di depan teman sebaya; (3) mengurangi ketergantungan pada gadget dan game online; (4) melatih sistem motorik, keseimbangan, dan ketenangan pikiran. Dampak negatifnya meliputi: (1) potensi mengurangi waktu belajar karena kecanduan bermain; (2) potensi melahirkan rasa rendah diri jika tidak berhasil memainkannya; (3) risiko cedera fisik seperti benturan bola ke mata, hidung, atau kepala; (4) polusi suara yang mengganggu lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan latto-latto memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hubungan sosial anak-anak dan remaja di Kelurahan Anjareuw, terutama dalam membangun interaksi sosial langsung dan mengurangi ketergantungan pada gadget, namun tetap memerlukan pengawasan orang tua untuk meminimalkan dampak negatifnya.