Karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan cerita Malin Kundang kedalam bentuk karya batik pada busana wanita, dengan menggunakan teknik batik tulis. Cerita rakyat Malin Kundang yang berasal dari Sumatera Barat mengandung pesan moral tentang hubungan anak dan orang tua serta nilai budaya yang kuat. Hal tersebut menjadi dasar dalam memvisualisasikan adegan-adegan ikonik ke dalam motif batik tulis yang diaplikasikan pada busana wanita berkonsep santai dan fungsional. Metode penciptaan mengacu pada metode Konsorsium Seni yang meliputi tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Proses perwujudan meliputi perancangan sketsa, pemindahan motif, pencantingan, pewarnaan, penguncian warna dengan waterglass, pelorotan, hingga tahap akhir berupa perwujudan menjadi busana. Hasil penciptaan berupa tujuh karya batik tulis yang terdiri atas dua karya berukuran 150 x 100 cm dan lima karya berukuran 200 x 150 cm. Setiap karya menggambarkan adegan-adegan ikonik cerita Malin Kundang yang masing-masing berjudul “Malin Kecil Bermain”, “Perpisahan Malin dengan Ibunya”, “Malin Bekerja di Kapal Saudagar”, “Malin Hidup Kaya dan Menikah”, “Pertemuan Kembali Malin dan Ibunya”, “Sang Ibu Mengutuk Malin”, dan “Malin Menjadi Batu”. Karya ini menunjukkan bahwa cerita rakyat tersebut dapat diwujudkan dalam media busana sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus pengembangan kriya batik tulis.
Copyrights © 2025