Pemanfaatan kayu ringan lokal di masyarakat masih menghadapi kendala berupa keterbatasan data sifat mekanik aktual, khususnya kuat tarik sejajar serat dalam kondisi alami tanpa pengawetan, sehingga penggunaanya dalam konstruksi seringkali belum didukung oleh dasar ilmiah yang memadai. Penelitian in bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik kuat tarik kayu Sengon sebagai jenis kayu cepat tumbuh yang banyak tersedia di Masyarakat serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material konstruksi ringan berkelanjutan. Pemilihan material dilakukan berdasarkan survei ketersediaan kayu lokal dan bahan uji diperoleh dari toko material di wilayah Surabaya Timur. Pengujian meliputi pengukuran kadar air dan uji kuat tarik sejajar serat pada specimen kayu Sengon tanpa perlakukan pengawetan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air rata-rata sebesar 8,273% dengan rentang 7,80%-8,716% yang berada dalam kondisi kering udara dan stabil untuk pengujian mekanik. Nilai kuat tarik rata-rata mencapai 47,182 MPa, yang tergolong cukup tinggi untuk kategori kayu ringan. Kondisi kadar air dibawah titik jenuh serat menunjukkan bahwa air tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik. Hasil ini mengindikasikan bahwa kayu Sengon memiliki potensi sebagai material teknik dan bahan dasar kayu rekayasa seperti cross laminated timber (CLT), dengan tetap mempertimbangkan proses seleksi mutu material untuk aplikasi konstruksi ringan berkelanjutan.
Copyrights © 2026